Selasa, 25 Agustus 2020

Miskomunikasi dan Kesalahpahaman Yang Menyatukan || Sebuah Cerpen

Sebuah karya dari : Disisi Saidi Fatah (pecandusastra96) 

Ilustrasi | Ist



"Miskomunikasi dan Kesalahpahaman Yang Menyatukan"



       SORE itu ia benar-benar merajuk, hatinya dipenuhi dengan segala amarah. Jantungnya berdegup tak karuan, napasnya tersengal. Kabar yang ia terima sore itu membuat semua berubah, sikapnya semakin kesal. 

       "Kenapa tidak berterus terang sejak awal. Jika tahu begini yang akan didapatkan, aku enggak akan pernah mau menjadi guru anak-anak. Kan kasihan mereka sudah lelah berlatih setiap hari selama dua pekan ini," gumam Raden dalam hatinya. 

       Kendati demikian, ia tetap bersikap tenang dan tersenyum dihadapan anak-anak yang ia ajarkan menari. Patah hati anak-anak harus ia beri penawar dengan semangat, support, dan senyum darinya sebagai sang pelatih. 
       Dua pekan lalu ia diminta kepala sekolah serta pihak yayasan Deen Salam untuk mencari penari sekaligus menjadi guru tari bagi mereka untuk mengajarkan tarian daerah yang nantinya akan ditampilkan pada acara pelepasan siswa-siswi SMP dan SMK Deen Salam sebagai sambutan agung kepada para petinggi, tamu undangan, dan orang tua wali murid. 

       Sebenarnya Raden merasa minder sebab ia bukanlah seorang seniman, latar belakangnya pun sama sekali tidak ada unsur seninya. Apalagi yang ia ajarkan adalah anak perempuan yang juga merupakan siswi tingkat SMK. Ia adalah pemuda yang pemalu dan tak percaya diri, apalagi berada dihadapan siswi SMK sebab beberapa dari mereka menyukai dirinya. Hal itulah yang menyebab dirinya enggak percaya diri berada didekat murid perempuan dan enggan untuk mengajari siswa-siswi tingkat SMK. Namun disisi lain hal itu ia jadikan tantangan yang memotivasi dirinya untuk keluar dari zona nyaman untuk memberanikan diri dekat murid perempuan. 
        Selain itu juga, hal yang membuat ia lebih semangat ialah tari yang ia ajarkan nantinya merupakan tarian daerah tempat ia berasal; yakni Tari Sigeh Penguten (Tari Sembah Khas Lampung). Mengingat dirinya juga sering memperagakan gerakan-gerakan tarian tersebut, ia juga sering mendapat komentar dari kerabat serta orang-orang terdekat jika dalam dirinya ada bakat seni yang terpendam. 

       "Jadi bagaimana solusinya kang, aku kudu piye iki? " ujar Rahma nyeletuk, logat Jawa medok nya kini keluar. 

       Rahma menjadi tak enak hati kepada Raden, bagaimanapun sebab ialah Raden menjadi guru tari. Ia yang menyarankan agar Raden saja yang menjadi guru anak-anak, pasalnya ia sama sekali tak tahu tari apalagi tarian khas daerah Lampung. 

       Raden terdiam sejenak. Menatap kosong kearah luar jendela pada sanggar tari. Kini hanya tersisa ia dan Rahma yang masih sibuk berdebat akan sekelumit masalah yang menyebabkan anak-anak patah semangat. 

       "Bagaimana ya? " jawab Raden nyambi berpikir. Jari Telunjuk sebelah kanannya memukul kecil bagian kepala sebelah kanan, sesekali berganti memukul bagian dagu. Ia harap ada sesuatu yang terlintas dalam benaknya. 

       "Masa iya Pak Habib berkata demikian, lucu juga kalau anak-anak harus menari mengenakan gamis yang sama sekali tak ada unsur seni sesuai tarian yang dibawa. Apa salahnya jika anak-anak memakai pakaian tari, kan sama sekali tak ada yang aneh apalagi pakaiannya sopan," Raden kembali bergumam memikirkan pendapat Pak Habib sebagaimana dikatakan Rahma padanya. 

       "Baiklah, untuk hari ini latihan kita cukupkan saja. Biarlah anak-anak istirahat terdahulu, esok kita lanjut lagi. Aku minta kau semangati anak-anak supaya mereka tak patah hati dan semakin bersemangat latihan, sementara aku hendak bertemu dengan Pak Habib untuk mengklarifikasi permasalahan ini," tutur Raden meninggalkan Rahma. 

       Selepas itu Raden segera silaturahmi ke gubuk Pak Habib, selaku kepala yayasan Deen Salam. Ia tak ingin rasa kesalnya bertambah, mengingat ia dan anak-anak sudah lelah berlatih selama dua pekan. Sangatlah rugi jika anak-anak batal tampil hanya dikarenakan permasalahan kostum saja, ia pun merasa ada kesalahpahaman antara persepsi ia dan Pak Habib, sebab itu ia tak ingin segera mengambil keputusan. 

        Setelah melakukan tabayyun langsung ke Pak Habib kini semua terungkap. Benar apa yang ada dalam benaknya, semua hanyalah kesalahpahaman. Pak Habib mengira jika anak-anak nantinya tampil di atas panggung menggunakan pakaian tari yang berlengan pendek serta tak memakai jilbab, sebab dari video yang ia lihat ketika anak-anak latihan berpenampilan demikian. Ia sama sekali tidak tahu jika ada pakaian tari yang berlengan panjang dan berhijab, sebab itu ia memutuskan agar nantinya anak-anak tampil mengenakan gamis. 
       Selepas Raden menjelaskan semua kini Pak Habib memahami, Raden pun meminta maaf sebab ia telah menaruh amarah dan kesal kepada pimpinannya itu. Disisi lain ia sebagai manusia sangat memaklumi dirinya, begitu sebaliknya Pak Habib minta maaf sebab telah menyurutkan semangat anak-anak dan Raden selaku pelatih, ia salah dalam mengambil keputusan tanpa bertemu langsung kepada Raden. 

       Sejak permasalah itu usai, semua bersemangat saling support menampilkan yang terbaik. 


Bandar Lampung, 24 Agustus 2020 (Emersia Hotel & Resort)

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cerpen ini merupakan karya orisinil penulis, diangkat dari kisah nyata. Mendapatkan predikat terbaik 5  dari 35 peserta yang hadir dalam workshop "Peningkatan Mutu Literasi Bagi Komunitas Penggiat Literasi se-Provinsi Lampung"  yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Lampung pada Senin, 24 Agustus 2020 di Emersia Hotel dan Resort Bandar Lampung.
Continue reading Miskomunikasi dan Kesalahpahaman Yang Menyatukan || Sebuah Cerpen

Sabtu, 22 Agustus 2020

,

Apa Kabar Rindu || Puisi-Puisi Disisi Saidi Fatah Edisi 2020.1


Apa Kabar Rindu? 

Apa kabar rindu yang kerap menjelma candu, masihkah kau menjadi idaman untuk dinantikan
Apa kabar diri yang selalu hadir dalam mimpi

11 Juli 2020


Setelah Hari Raya! 

Setelah hari raya, sudahkah kita kembali ke fitrah-Nya?
Setelah lebaran, masihkah kita semangat mengejar kebaikan?

31 Mei 2020


Sebab Doa

Karena doa adalah jembatan untuk rindu tersampaikan
Maka angkatlah kedua tangan menghadap sang tuhan

20 Mei 2020


Isolasi Penyebab Candu? 

Sejak isolasi berlaku, jarak menjadi pemisah terberat yang ku alami
Apalagi sejak komunikasi tak dapat menyatu, rindu semakin memupuk pilu
Taat kala bayangmu menjelma candu, hanya doa sebagai tempat beradu
Semoga semua segera berlalu, dan kita segera bertemu, melepas rindu yang mendayu

24 Mei 2020



Doaku Masih Sama

Meski sikapmu banyak membawa luka
Namun setiap doa, namamu tak pernah lupa
Meski sangat jarang kau bertanya tentangku
Namun rinduku tak pernah absen untukmu

24 Mei 2020


Serindu itukah Jiwa! 

Serindu itukah kau jiwa
Sampai bayangnya menjelma dalam setiap sudut mimpi
Kasih, usaha untuk jumpa, semoga segera tiba waktu melepas lara
Sebab rindu yang kian mendera

Lampung, 20 Juli 2020

-----------------------------------------------------------------------------------------
Disisi Saidi Fatah adalah seorang aktivis muda. Sejak usai menghatamkan pendidikan menengah atas di salah satu SMA di Kabupaten Way Kanan ia aktif dalam beberapa organisasi kepemudaan di tanah Bumi Ramik Ragom itu. Hobi membaca dan sebab patah hati itulah membuat ia kerap menulis, hal-hal yang tak mampu terucap oleh bibir dan hanya terpendam dalam hati, ia ungkapkan melalui tulisan. Pernah beberapa kali turut dalam event sastra online, serta menulis beberapa buku antologi puisi dan essai bersama penulis muda Indonesia lainnya melalui media online. Ada beberapa karya yang di bukukan. Untuk buku individu, hingga kini baru 3 buku ia terbitkan. Ia bisa dihubungi melalui 
email : disisisf.bpun@gmail.com , 
facebook : facebook.com/netrahyahimsa , 
twitter : twitter.com/pecandusastra96 , 
instagram : instagram.com/pecandusastra96
Continue reading Apa Kabar Rindu || Puisi-Puisi Disisi Saidi Fatah Edisi 2020.1

Senin, 22 Juni 2020

Harta; || CatatanRaden

Harta;

Bukan apa yang kita simpan, lalu membuat kita sombong dan melupakan hal yang mesti menjadi ikatan
Akan tetapi apa yang kita berikan kepada sanak saudara kita, yang membuat sebuah ikatan menjadi kokoh dan mempersatukan yang jauh menjadi dekat
Bukan yang ada dan mahal, yang membuat kita selalu merasa kurang dan menjadikan kita pribadi yang ingin selalu dipuji
Akan tetapi yang ada dan apa adanya, yang menjadikan kita pribadi yang peduli dan peka, saling tolong menolong, ikhlas, dan selalu bersyukur atas karunia-Nya


CatatanRaden, 22 Juni 2020
Continue reading Harta; || CatatanRaden

Sabtu, 23 Mei 2020

Top 29 Lomba Puisi ASEAN Pusat Lomba Seni | Masihkah Rindu Berlaku?


"Naskah puisi ini diikutsertakan dalam lomba cipta puisi International ASEAN yang diikuti oleh tiga negara (Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam). Diikuti lebih dari 4.000 lebih peserta dan 6.000 lebih naskah puisi. Alhamdulillah naskah puisi ini masuk dalam 50 besar karya terpilih, dengan perolehan nilai 95℅, meraih titel (Talented Writer) dan dibubukan bersama dengan 6 karya juara 1 hingga harapan 3 lainnya. Lomba Cipta Puisi Internasional diselenggarakan oleh Pusat Lomba Seni (@pusatlombaseni) IG"

 
Masih kah Rindu Berlaku?

Karya : Raden Fatah (@catatanraden)


maret, menjadi kenangan terakhir yang kita ukir
bersama pandemi, kini kata-kata menjadi doa gagah berani
menjelma dalam setiap sudut kehidupan

terhitung hingga kini
rindu semakin mengurung
menjulang, menjadi-jadi. menuntut untuk dikasihani

yang lebih parah dari itu
rindu memaki, meminta untuk segera diobati
berharap pandemi usai, rindu pun turut selesai
namun hal itu hanya sebatas halusinasi belaka, faktanya jarak memisahkan kita
dan yang lebih fatal lagi, tak tahu kapan waktu untuk kembali

waktu tertuang, terbuang sia-sia
bagimu rinduku suatu yang bukan apa-apa
parahnya lagi, media sebagai komunikasi
kau putuskan agar kita tak saling memberi
hingga kini semua masih misteri
rinduku yang berlebihan, atau memang kau tak disini bersamaku lagi


Bandar Jaya, 14042020
Continue reading Top 29 Lomba Puisi ASEAN Pusat Lomba Seni | Masihkah Rindu Berlaku?

Top 77 Lomba Puisi ASEAN | Begitu Cepat


Begitu Cepat

Karya : Raden Fatah (@catatanraden)


sampai kembali pada sebelas ketiga kalinya
kau masih bungkam tak bicara
sampai kini sikapmu masih menjadi misteri
begitu pula diammu yang penuh teka-teki

memasuki bulan ketiga kau terbungkam
tak bersua tak juga bertatap muka
tak banyak yang dapat aku lakukan
aku rindu akan kehangatan malam, terjalin indah akan persahabatan

namun sayang. tak sampai sepekan kau berubah
amarahmu memutuskan semua, dengan alasan tak ingin diperhatikan
kau pergi menyisakan luka pada relung hati
yang menjadi tanya dengan penuh misteri

aku heran. setan mana yang telah mendoktrinmu
menghasut. hingga kau pergi tanpa alasan yang bagiku tak masuk akal
berkali ku mencoba mengklarifikasi, berharap kau akan kembali
kau bilang tak ingin dieksekusi, lantaran telah sakit hati

tak bisakah kau beri waktu
mengklarifikasi agar tak menjadi misteri
tak adakah kepastian memaparkan kebenaran
atau ini hanya alasan agar kau pergi dan menghilang


Gunung Labuhan, 12112018
Continue reading Top 77 Lomba Puisi ASEAN | Begitu Cepat

Top 71 Lomba Puisi ASEAN | September Tiba, Masih Saja Enggan Bicara


September Tiba, Masih Saja Enggan Bicara

Karya : Raden Fatah (@catatanraden)


sampai september tiba, masih saja kau tak bicara
menyisakan puing rindu yang retak dihantam genangan ombak
diatas perahu sampan tanpa dayung sekalipun
mengais tebalnya genangan air yang sulit untuk ku tepis

kau pergi setelah menaruh luka pada hati
dalil tak jelas selalu kau lontarkan dengan alasan kau tak ingin di perhatikan
menjauh dan jangan berharap kembali, demikian hal itu yang selalu kau beri
tanpa memikirkan sakit apa yang kau lukiskan pada hati

sejak itu, aku tak berani menatap, apalagi bertegur sapa
menitip salam saja kau enggan menerima, apalagi jika aku meminta waktu untuk bersama
hal itu tak mungkin terlaksana, meski niat hati ingin mengklarifikasi
setiap namaku disebut kau selalu emosi, membuat darahmu selalu naik tensi

bagimu aku adalah mahluk yang harus kau eksekusi
dengan berbagai benci dan caci maki yang terpatri pada diri
tak ada ruang lagi di relung hati
untuk sebuah nama bagimu yang tak berarti



Bumi Ramik Ragom-Way Kanan, 18092018
Continue reading Top 71 Lomba Puisi ASEAN | September Tiba, Masih Saja Enggan Bicara

Rabu, 06 Mei 2020

Lomba Cipta Puisi dan Cerpen Gratis Bagi Pelajar dan Mahasiswa

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 
Salam sejahtera. Apa kabar semua, semoga semua dalam keadaan baik dan sehat ya. Masih di rumah saja kan? Tetap jaga kesehatan ya, perbanyak ibadah dan berdoa.

Baiklah, kali ini kita dari Tim Menulis Inspiratif, akan mengadakan lomba menulis puisi dan cerita pendek bebas *Tema* dan bebas *Genre*. Syaratnya apa saja?
Yuk, simak baik-baik di bawah ini.

Syarat & Ketentuan :
1. Pelajar  (SMP/MTs/SMA/SMK/MA) dan Mahasiswa maksimal semester 3 (dibuktikan dengan kartu pelajar atau kartu mahasiswa***

2. Share postingan ini di akun sosial media (facebook) dan tag minimal 5 teman literasimu. ***

3. Karya sendiri, belum pernah dipublikasikan ataupun diikutkan dalam event tertentu. (Dibuktikan dengan membuat surat pernyataan kepada Tuhan dan diri sendiri, bahwa karya yang diikutsertakan dalam lomba adalah karya orisinil, bukan hasil plagiat. Ditulis pada kertas, dan ditandatangani. ***

4.  Karya tidak mengandung unsur SARA, LGBT, dan pornografi.

5. Tata cara kepenulisan harus rapi sesuai kaidah PUEBI dan KBBI.

6. Jumlah kata minimal 1500 dan maksimal 2000 (untuk cerpen), minimal 3 bait dan maksimal 7 bait (untuk puisi)

7. Wajib memfollow akun Instagram admin (@catatanraden) /dan (@pecandusastra96)***

8. Subcribe Channel YouTube  https://m.youtube.com/channel/UCvf_sftAOZ-TXahYP3lRbtg ***

9. Setiap peserta wajib mendaftarkan diri dengan admin, dan menyertakan syarat wajib (foto kartu pelajar/kartu mahasiswa pada poin nomor 1, bukti share konten pada poin nomor 2, surat pernyataan pada poin nomor 3, bukti sudah follow instagram pada poin 7, dan bukti telah subcribe channel YouTube pada poin 8).

NB : Bagi yang tidak memiliki Instagram silahkan like fanspage / halaman facebook berikut https://facebook.com/senjajinggapurnama

10. Setiap peserta boleh mengirim lebih dar satu karya

11. Karya dikirim ke WhatsApp admin (Raden/081367304440) selambat-lambatnya 20 Mei 2020.

12. Setiap peserta akan dimasukkan ke grup WhatsApp tertutup untuk menerima informasi lebih lanjut, setelah pengiriman naskah. Tidak diperkenankan untuk keluar, bagi yang keluar otomatis gagal/didiskualifikasi.

Format pengiriman :
#Event_MI_Puisi (untuk puisi)
#Event_MI_Cerpen (untuk cerpen)

Tema : Bebas
Judul :
Penulis :
Isi :
Titi mangsa : *** (khusus puisi)
Jumlah kata : *** (khusus cerpen)
Biodata Narasi : Max 35 kata

Naskah dan bukti pada poin nomor 9, dikirim dalam bentuk file satu dokumen. Boleh dalam format dokumen word atau pdf.

13. Deadline Event mulai 08 Mei - 20 Mei2020 pukul 23.59 WIB.

14   Keputusan Juri TIDAK DAPAT DIGANGGU GUGAT.

Pengumuman pemenang segera diumumkan setelah selesai penilaian oleh juri, selambat-lambatnya lima hari setelah event ditutup.

Catatan Penting:
- Lomba ini gratis, tanpa dipungut biaya apapun, jika ada yang mengatasnamakan kami, jangan percaya. Jika hal itu terjadi diluar tanggungjawab kami

- Karya yang diikutsertakan dalam lomba, menjadi hak panitia atas nama peserta

- Penilaian karya sudah sah disepakati bersama oleh para juri Event.

Hadiah :
- Setiap kategori, baik puisi maupun cerpen akan diambil
Juara 1, 2, dan 3 mendapatkan merchandise berupa buku bacaan, dan pulsa hp
- Juara harapan 1, 2, dan 3 mendapatkan merchandise berupa buku bacaan
- Karya terbaik 50 besar akan di posting di blog ini
- Karya terbaik 100 besar puisi inshaAllah akan dibukukan (bagi yang mau beli bukunya)
- Karya terbaik 50 besar cerpen inshaAllah akan dibukukan (bagi yang mau beli pesan bukunya)
- Hasil dari penjualan buku ini nanti akan disalurkan bagi anak yatim, piatu, serta fakir (terlebih bagi anak-anak yang sedang menempuh pendidikan di pesantren)

Informasi lebih lanjut, hubungi WhatsAppp (081367304440)

Continue reading Lomba Cipta Puisi dan Cerpen Gratis Bagi Pelajar dan Mahasiswa